HUBUNGAN TEKNIK DISTRAKSI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGANPENURUNAN TINGKAT NYERI PADA ANAK SAAT PEMASANGAN INFUSDI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD LASINRANG KABUPATEN PINRANG TAHUN 2026
Keywords:
teknik distraksi, dukungan orang tua, penurunan tingkat nyeri, anak, pemasangan infusAbstract
Nyeri saat pemasangan infus merupakan masalah prosedural yang sering dialami anak dan dapat menimbulkan ketakutan, kecemasan, ketidaknyamanan, serta penolakan terhadap tindakan. Teknik distraksi dan dukungan orang tua merupakan pendekatan nonfarmakologis yang dapat membantu anak menghadapi nyeri prosedural. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan teknik distraksi dan dukungan orang tua dengan penurunan tingkat nyeri pada anak saat pemasangan infus di Ruang Perawatan Anak RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 44 anak usia 7–10 tahun dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan teknik distraksi dilakukan pada 36 responden (81,8%) dan tidak dilakukan pada 8 responden (18,2%). Dukungan orang tua berada pada kategori tidak pernah sebanyak 3 responden (6,8%), kadang-kadang 31 responden (70,5%), dan selalu 10 responden (22,7%). Tingkat nyeri terdiri atas nyeri ringan 5 responden (14,4%), nyeri sedang 18 responden (40,9%), dan nyeri berat 21 responden (47,7%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara teknik distraksi dengan penurunan tingkat nyeri (p = 0,001) serta antara dukungan orang tua dengan penurunan tingkat nyeri (p = 0,003). Dengan demikian, penerapan teknik distraksi dan keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam pemberian asuhan keperawatan anak yang atraumatik dan berpusat pada keluarga selama pemasangan infus.
