HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DAN PERAN KADER DENGAN PARTISIPASI IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU MANGGIS DESA SIKKUALE KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG TAHUN 2026
Kata Kunci:
Pengetahuan ibu balita, peran kader, partisipasi ibu balita, PosyanduAbstrak
Partisipasi ibu balita balita dalam kegiatan Posyandu merupakan keterlibatan aktif ibu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedian di posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, memperoleh pelayanan kesehatan, serta mendeteksi masalah kesehatan secara dini. Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Partisipasi ibu diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat dimanfaatkan secara rutin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita dan peran kader dengan partisipasi ibu balita dalam kegiatan Posyandu Manggis Desa Sikkuale Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu balita yang terdaftar di Posyandu Manggis sebanyak 61 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 33 responden (54,1%) memiliki pengetahuan kurang dan 28 responden (45,9%) memiliki pengetahuan baik. Sebagian besar responden menilai peran kader dalam kategori kurang, yaitu 36 responden (59,0%), sedangkan 25 responden (41,0%) menilai baik. Partisipasi ibu balita sebagian besar berada pada kategori tidak aktif, yaitu 35 responden (57,4%), sedangkan 26 responden (42,6%) aktif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan partisipasi ibu balita (p < 0,001), serta terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader dengan partisipasi ibu balita (p < 0,001). Dengan demikian, semakin baik pengetahuan ibu dan semakin optimal peran kader, semakin tinggi partisipasi ibu balita dalam kegiatan Posyandu. Disarankan agar pembinaan kader, edukasi kesehatan, pemberian motivasi dan informasi, serta pengingat jadwal Posyandu ditingkatkan.
